Indonesia Darurat Da’i

Jakarta, dewandakwah.com–Kabid Pendidikan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Ustaz Ujang Habibi menyatakan bahwa Indonesia saat ini mengalami krisis atau darurat da’i. Khususnya daerah pelosok dan perbatasan negeri.

“Meski tiap tahun ribuan lulusan sarjana agama. Namun, pada kenyataannya di lapangan dari alumni Dewan Da’wah, banyak daerah pelosok dan perbatasan membutuhkan da’i. Bahkan, sering sebuah daerah melaksanakan shalat Jumat tidak tiap minggu. Tergantung adanya ustaz di daerah tersebut,” katanya saat dihubungi Media Dakwah, Ahad (4/9/2022).

Ia memisalkan jika Jumat pekan ini diadakan shalat. Bisa jadi pekan depan tidak. Sebab, ustaznya harus berpindah ke desa B, sehingga desa A libur.

“Berdasarkan kasus seperti ini sangat dibutuhkan da’i di tiap daerah. Tidak hanya satu, tapi dua atau tiga orang dalam satu masyarakat,” katanya.

Karena keperluan itu, sejak tahun 2007, Ustaz Ujang melanjutkan, Dewan Da’wah sudah menyiapkan dan mendirikan Akademi Dakwah Indonesia (ADI).

“Sampai hari ini ada 28 ADI di berbagai kota. Dengan target ada di tiap kota/kabupaten,” katanya.

Menurutnya meski sudah ada STID Mohammad Natsir, tapi ADI diperlukan sebagai percepatan agar dakwah di pelosok maksimal.

“Selain itu, dengan adanya ADI bisa menjangkau dan bisa menggerakkan roda Dewan Da’wah di daerah. Namun, ini masih sedikit dari target 500 kabupaten kota, tapi Alhamdulillah tiap tahun bertambah. Hari ini yang sudah memproses ada 5 sampai 10 kota program ADI 1 tahun full kuliah dan wajib asrama,” ungkap Ustaz Ujang.

Ia menjelaskan meski program ADI hanya satu tahun. Tapi cukup untuk membina para da’i. Seperti jadi khatib dan imam di masjid dan berbagai skil lapangan mengajar ngaji sudah cukup.

“Jadi semacam akselerasi dan mudah dilakukan pembinaan dengan SDM di daerah. Lebih fleksibel dan dapat dirasakan oleh umat,” jelas dia.

Meski hanya satu tahun. Mereka yang lulus dari ADI bisa melanjutkan ke STID Muhammad Natsir. Jadi, tergantung dari mereka. Apakah menjadi da’i seterusnya setelah dari ADI tanpa melanjutkan ke STID.

“Mungkin saja ada yang lanjut S1, ada yang tetap di lapangan. Semuanya jadi pilihan masing-masing,” katanya.

Ustaz Ujang berharap dengan adanya ADI di berbagai daerah masyarakat jadi tahu bahwa Indonesia kekurang da’i dan sangat mendesak.

“Kami juga meyakinkan kepada masyarakat bahwa menjadi juru dai itu jangan takut kebutuhan tidak terpenuhi. Kami sudah buktikan puluhan tahun dai dewan dakwah tidak ada yang kekurangan. Termasuk alumni ADI di sini,” katanya.

Sebagai informasi, bagi yang ingin mendaftar menjadi santri ADI bisa menghubungi Kepala Biro Pendidikan Tinggi di Bidang Pendidikan Dewan Da’wah Pusat, Dwi Budiman dengan nomor 0817-0885-802.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *