Ziarah ke Makam Pak Natsir

Jakarta, dewandakwah.com—Ahad (17/7/2022), keluarga besar Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia melakukan ziarah ke makam Mohammad Nastir di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Ziarah ini bertepatan dengan momen kelahiran Mohammad Nastir pada 17 Juli 1908. Anak, cucu, maupun cicit Mohammad Natsir juga turut melakukan ziarah.

Sekretaris Pembina Dewan Da’wah Mas’adi Sulthani mengatakan ziarah ini merupakan upaya mengingat kembali jejak-jejak kebaikan Mohammad Nastir semasa hidup.

“Kita memang harus punya kebanggaan tersendiri, memiliki sosok seperti Pak Mohammad Natsir. Tentu kita bukan maksud mengkultuskan beliau. Tapi kita hanya mengenang kebaikan  beliau,” ungkap Mas’adi saat memberi sambutan.

Menurut Mas’adi, jejak langkah kebaikan Mohammad Natsir bisa dijadikan panutan oleh bangsa Indonesia, terlebih oleh keluarga besar Dewan Da’wah.

Pada kesempatan ini, putri Mohammad Natsir, Aisjah Natsir menyampaikan harapan agar perjuangan ayahnya dapat terus dilanjutkan oleh kader-kader Dewan Da’wah.

“Banyak kerja abah yang belum tersentuh. Kami berharap dapat dilanjutkan oleh pengikut abah. Alhamdulillah, kiprah Dewan Da’wah sudah 50 tahun. Semoga kiprah Dewan Da’wah terus berjalan dan tidak menyimpang,” kata Aisjah.

Ia mengaku bangga, kader-kader Pak Natsir terus bertambah, meskipun sebagain dari mereka tidak pernah bertemu atau bertatap langsung dengan Mohammad Natsir.

“Rupanya pengikut abah itu tidak hanya yang bertatap langsung, tetapi juga jauh setelah abah meninggal. Alhamdulillah generasi Pak Natsir terus berkembang,” ujar dia.

Sementara itu Natsir Zubaidi, anggota Dewan Pembina Dewan Da’wah menjelaskan kegiatan ziarah ini untuk mengenang hari kelahiran Mohammad Natsir.

“Jika masih hidup, usia Pak Natsir 114 tahun. Kita bangga memiliki pejuang, Bapak M Natsir. Walaupun tidak dimakamkan di pemakaman pahlawan, tetapi jasa beliau tidak bisa dilupakan,” jelas Natsir Zubaidi.

Ia mengatakan, banyak sekali jasa yang ditoreh oleh Mohammad Natsir. Tak hanya lingkup nasional, sosok Mohammad Nastir juga dikenal dunia internasional.

“Banyak sekali, tokoh-tokoh Islam nasional yang bisa belajar di Arab Saudi atas jasa Mohammad Natsir,” kata Natsir Zubaidi.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *