Melanjutkan Perjuangan Mohammad Natsir

Jakarta, dewandakwah.com–Tanggal 17 Juli merupakan hari istimewa bagi Keluarga Besar Dewan Da’wah, yaitu lahirnya Mohammad Natsir. Seorang tokoh yang menjadi pendiri lembaga dakwah tersebut. Tidak hanya itu, Mohammad Natsir adalah seorang politikus, dai dan pendidik yang dimiliki Bangsa Indonesia. Bahkan, Mohammad Natsir dianugerahi gelar pahlawan nasional. Tidak heran, apabila Dewan Da’wah dan masyarakat menjadikan tokoh ini panutan.

Salah satu alasan itulah yang membuat Dewan Dakwah mengadakan webinar yang bertajuk “114 Tahun Mohammad Natsir; Reaktualisasi Pemikiran dan Perjuangan”. 

“Kami merasa sebagai pelanjut, pemikiran-pemikiran beliau sangat diperlukan. Kita di sini menguatkan kembali komitmen kita untuk melanjutkan perjuangan, dan visi misi beliau ” kata Ketua Umum Dewan Da’wah Adian Husaini dalam sambutannya, Ahad (17/7/2022).

KH Ahmad Kholil Ridwan bercerita bagaimana sosok Mohammad Natsir selain sebagai negarawan juga berpengaruh dalam dunia pendidikan. Tidak hanya mendirikan berbagai lembaga pendidikan seperti Pendidikan Islam (Pendis),Universitas Islam Indonesia (UII), hingga Dewan Da’wah, juga melakukan kaderisasi untuk para pendidik atau guru. Bahkan Natsir juga aktif melakukan pembinaan untuk para dai yang akan dikirim ke berbagai penjuru nusantara.

“Pak Natsir adalah satu dari sepuluh orang yang paling berjasa dalam hidup saya. Beliau mengirim banyak anak-anak muda Indonesia untuk menempuh pendidikan di luar negeri,” ungkap alumni Gontor ini.

Kiai Kholil bercerita, ia pernah mendapat bantuan dari Mohammad Natsir setelah lulus dari Gontor untuk kuliah di Madinah.

“Selama menunggu pengajuan beasiswa, saya di Menteng 45, dan salah satu pengurus Pelajar Islam Indonesia meminta bantuan Pak Natsir untuk beasiswa ke Madinah. Atas rekomendasi beliau, yang waktu itu menjabat sebagai Ketua Muhammadiyah, akhirnya saya dapat kuliah,” katanya.

Begitu juga pada saat Orde Baru, setelah keluar dari tahanan dan bertemu Raja Faisal. Saat itu, Raja menawarkan Mohammad Natsir apakah yang ia inginkan. Bukannya menjawab ingin dapat uang, harta, mobil, melainkan Natsir meminta semua mahasiswa di Saudi untuk diberikan izin tinggal. 

Kiai Kholil melanjutkan bahwa Mohammad Natsir  tidak pernah menolak tamu. Contohnya ketika datang anak pemuda dari Saudi Arabia, Kiai Kholil diminta  jemput di airport dan minta ketemu Pak Natsir. 

“Saat itu Pak Natsir mau ke Solo, dan saya diminta mengantar saat shubuh. Tamu itu sangat senang bertemu Pak Natsir dan saya diminta berkeliling Jakarta sampai sepatunya hilang. Bahkan, ketika saya  mengantar tamu, dia suka menelpon saya dan menanyakan bagaimana hotelnya, bagaimana tamunya,” katanya.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *