Kisah Kelihaian Ustaz Amin Djamaluddin Penjarakan Sang Nabi Palsu

Jakarta, dewandakwah.com–Suasana duka masih menyelimuti umat Islam Indonesia. Kamis (30/6/2022), Ustaz Amin Djamaluddin pakar aliran keagamaan yang juga tercatat sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) dikabar meninggal dunia pada pukul 06.09 WIB.

Semasa hidupnya, Ustaz Amin berada di garda terdepan ‘melawan’ aliran-aliran sesat. Seperti Ahmadiyah, Al Qiyadah Al Islamiyah dan lain-lain. Saat menghadapi Al Qiyadah Al Islamiyah yang didirikan Ahmad Moshaddeq, Ustaz Amin begitu piawai berstrategi. Hingga ia mampu menjebloskan Moshaddeq yang mengaku sebagai nabi ke dalam penjara.

Kisah ini pernah dimuat Facebook Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam pada 25 April 2022. Berikut kisahnya.

Sahabat Moshaddeq: Assalamualaikum Ustad Amin. Rasul kami ( Ahmad Moshaddeq) ingin berkunjung ke LPPI ini. Ingin silaturrahmi dengan Ustaz dan kawan-kawan.

Ustaz Amin: Oh iya silahkan. LPPI menerima Rasul Anda tapi dengan syarat bingkisan yang kami tentukan.

Sahabat Moshaddeq: Oh iya pasti. Kira-kira bingkisan apa yang Ustaz perlukan?

Ustaz Amin: Kami menginginkan bingkisan yang berisi buku-buku asli Al-Qiyadah.

Sahabat Moshaddeq: sebentar Ustaz, kami musyawarahkan dulu dengan Rasul kami.

10 menit kemudian hp Ustaz Amin berdering.

Sahabat Moshaddeq: Ustaz, rasul kami menyetujui permintaan Ustaz. Kapan kira-kira Ustaz ada di kantor?

Ustaz Amin: Oh iya kalau begitu datanglah pada tanggal…. jam…….

Sahabat Moshaddeq: Oke terima kasih ustaz sampai bertemu di LPPI.

Datanglah rombongan yang berisi Rasul (Ahmad Moshaddeq) dan para sahabat-sahabatnya ke kantor LPPI pada tanggal dan jam yang telah ditentukan. Selama sejam lebih “Sang Rasul” mendakwahi Ustaz Amin tentang kenabian yang ia terima.

Demi buku-buku asli yang diincar LPPI, Ustaz Amin tidak membantah sedikitpun perkataan Ahmad Moshaddeq.

Setelah mendapat data-data asli Al-Qiyadah. LPPI mengkaji dan meneliti ajaran-ajaran Al-Qiyadah. Kemudian hasil penelitian inilah yang digunakan LPPI untuk melaporkan Ahmad Moshaddeq ke polisi.

Di pengadilan Ahmad Moshaddeq berteriak, “Amin Djamaluddin itu maling”.

Ustaz Amin lalu menunjukkan foto-foto ini kepada hakim.

“Bagaimana mungkin saya dikatakan maling sedangkan Ahmad Moshaddeq memberikan buku-buku asli mereka pada saya dengan salam dan senyuman. Ini foto-fotonya. Sang rasul palsupun saat itu langsung mendekam di penjara.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *