Gelar Peringatan Mosi Integral, FPKS: Mata Rantai Sejarah Tak Boleh Putus

Jakarta, dewandakwah.com – Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, menyampaikan arahannya terkait nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan saat memberikan sambutan dalam sebuah forum bertajuk Mimbar Demokrasi Kebangsaan Fraksi PKS DPR RI Edisi Ke-7 Spesial Peringatan Mosi Integral M. Natsir, Senin, (04/04).

Ketua Fraksi PKS ini membuka arahannya dengan urgensi peringatan mosi integral M. Natsir pada setiap 3 April.

Menurut Jazuli, peringatan Mosi Integral adalah momentum yang sangat penting mengembalikan Indonesia serikat kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dimana, imbuhnya, NKRI ini sudah ditetapkan menjadi pilar penting oleh MPR, selain Pancasila, Konstitusi dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kami Fraksi PKS sengaja secara rutin memperingati mosi integral M. Natsir. Tentu ini menjadi komitmen kami keluarga besar Fraksi PKS untuk terus mengokohkan nilai-nilai kebangsaan dan untuk terus menjaga nilai-nilai kenegaraan Indonesia,” paparnya.

Lebih lanjut, Anggota Komisi I DPR RI ini mengungkapkan beberapa program yang dijalankan oleh Fraksi PKS DPR RI sebagai bukti keseriusan fraksi dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam benak masyarakat Indonesia.

“Banyak hal yang kami lakukan di FPKS, yaitu lomba baca teks proklamasi mirip suara Bung Karno setiap momentum memperingati 17 agustus. Guna memperingati hari pahlawan Nasional, kami Lomba pidato dan membaca biografi tokoh-tokoh besar bangsa. kami terus berupaya untuk menyajikan nilai-nilai kebangsaan dengan berbagai macam forum yang kami programkan,” tambahnya.

Politisi Senior Fraksi PKS ini berpandangan bahwa program-program yang telah diadakan Ini adalah bagian komitmen keluarga Fraksi PKS untuk menjaga originalitas nilai-nilai sejarah. Karena bangsa yang besar adalah yang bangsa yang bisa menghormati perjalanan bangsa.

“Kami Fraksi PKS menginginkan tidak boleh ada putus mata rantai sejarah perjalanan bangsa ini. Mata rantai itu harus tetap kokoh agar generasi berikutnya dapat mempelajari dan meneladaninya secara baik, bagaimana pengorbanan para pahlawan bangsa ini,” tegasnya.

Selain itu, Anggota DPR RI Dapil Banten I ini juga menyoroti kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat sebagai salah satu alasan pentingnya nilai-nilai kebangsaan ini digaungkan di tengah masyarakat Indonesia.

“Kami melihat di era revolusi teknologi digital saat ini di mana akses informasi sangat terbuka, dunia menjadi kecil, pemikiran-pemikiran bisa diakses. Karena itu perlu membentengi nilai-nilai kebangsaan, dasar negara, dan konstitusi kepada seluruh anak bangsa,” ucapnya.

Jazuli menilai pendidikan menjadi salah satu sarana utama untuk memfasilitasi proses penanaman nilai-nilai kebangsaan dan kenegaraan pada generasi muda.

“Karena itu, Kami Fraksi PKS selalu meminta agar materi Pancasila, konstitusi, sejarah perjalanan bangsa, diperkokoh di Lembaga pendidikan formal, harus dimasukkan secara resmi di semua jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, dan SMA. Menteri pendidikan pun harus konsen menjaga nilai-nilai pendidikan ini karena Menteri pendidikan lah yang berkaitan langsung dengan kurikulum,” lanjutnya.

Ia pun menutup sambutannya dengan kembali menghimbau kepada semua audiens untuk senantiasa menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan guna kemajuan bangsa.

“Negara kita adalah, satu yaitu NKRI. Indonesia ini adalah rumah kita bersama, maka kita harus menjaga bersama-sama secara konsekuen, jujur dan tulus. Bukan hanya sekedar mengklaim, akan tetapi kita harus tunjukkan secara nyata,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *