Yusril Ihza Mahendra: Jangan Sia-siakan Jejak Intelektual Mohammad Natsir

Padang, dewandakwah.com – Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra mengatakan Mohammad Natsir satu tokoh pecinta ilmu. Aktivitas mencari dan memberi ilmu sama-sama kuatnya.

Ia berpesan supaya warisan intelektual yang diberikan Pahlawan Nasional tersebut bisa terus dilanjutkan.“Banyak sekali karya yang beliau sumbangkan untuk bangsa ini. Tidak hanya tulisan tapi juga lisan, melalui beragam ceramah dan wawancara yang kemudian ditulis dan dihimpun oleh banyak orang,” ujar Yusril ketika memberi materi pada Rakornas Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia di Padang, Sumatera Barat, Jumat (25/2/2022).

Yusril juga menyoroti polemik antara Natsir dengan orang-orang yang berusaha menyerang Islam dari sisi akidah dan pemikiran. Baik kalangan non-Muslim, seperti para pendeta, atau orang Islam itu sendiri, seperti kaum sekular. Bahkan hal itu berani ia lakukan pada usianya yang masih terhitung muda.

“Tulisan dan polemik yang ia bangun, yang tentunya dengan tujuan semata-mata membela Islam, telah memberikan suasana dan warna baru dalam sejarah pemikiran Islam di Indonesia yang begitu panjang,” ungkapnya.

Menurut mantan penulis Pidato Presiden Soeharto dan Habibie itu, karya-karya tulis Buya Natsir telah membuka mata masyarakat Indonesia pada zamannya akan luasnya ilmu pengetahuan, di samping ilmu agama.

“Apalagi ketika tahu kalau Pak Natsir mampu mengakses banyak refrensi berbahasa asing,” ujarnya.

“Sementara inisiatifnya dalam mengkritisi segala hal yang menyerang Islam, telah membangun semangat umat Islam untuk berani bersuara,” imbuhnya lagi.

Menurutnya, kalau warisan ini diteruskan, umat Islam akan meraih kejayaannya di tahun 2045 mendatang, ketika 100 tahun Indonesia.*

Laporan: Fatih Madini/Editor: Ibnu Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published.