Ini Pesan Dr. Adian untuk Mahasiswa Dewan Da’wah College Bukittinggi

dewandakwah.com – Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Dr. Adian Husaini menegaskan pentingnya para dai  belajar langsung kepada para tokoh dan ulama, selain belajar di Lembaga pendidikan formal. Ia mencontohkan, keberhasilan para pemimpin Islam di masa lalu, salah satunya lantaran mereka melakukan “mulazamah”.

 “Ternyata dari belajar langsung tersebutlah yang mencetak integritas dan keilmuan sehingga bisa menjadi tokoh dikenal di dunia Internasional,” jelasnya dalam peresmian Pondok Pesantren Mahasiswa Al Marhamah Dewan Da’wah College di  Bukittingi, Senin (11/10).

Mohammad Natsir saat masih setingkat SMA, lanjutnya,  belajar agama kepada Ustadz A. Hasan Bandung, belajar politik ke H. Agus Salim dan Tjokroaminoto. Ia juga mengisahkan Hamka yang baru belajar tujuh bulan di Makkah, kemudian diminta oleh H. Agus Salim pulang dan belajar kepada tokoh dan ulama di tanah air.

Lebih lanjut ia menjelaskan, hal itu karena sebenarnya pendidikan tidak dibatasi oleh sekat-sekat formal. Soekarno umur 15 tahun telah mondok begitu juga Haji Agus Salim, Mohammad Natsir dan Hatta. Mereka belajar langsung kepada orang-orang hebat.

“Begitu juga Aceng Zakaria meski hanya tamatan aliyah, tapi mengarang 105 judul buku. Mereka menjadikan pendidikan tersebut menjadi nafas kehidupan mereka sehari-hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Laznas Dewan Da’wah Provinsi Sumatera Barat Arham menegaskan, program pesantren Al Marhamah (Dewan Da’wah College) merupakan usaha mewariskan semangat para pendiri melalui pendidikan yang berkesinambungan tanpa disekat oleh strata dan ruang.

Para mahasiswa yang kuliah di Bukittinggi ini berasal dari pedesaan. Santrinya akan diberi kajian tauhid, kajian akhlak kajian syariah, keilmuan, keorganisasian, kajian masyarakat dan ilmu-ilmu praktis lainnya. Nanti dari ilmu, pewarisan nilai dan spirit yang mereka dapatkan, mereka dipersiapkan menjadi da’i, tokoh masyarakat, dan penggerak pembangunan nagari atau desa.

“Awalnya Dewan Da’wah College akan menyelenggakan pemondokan di akhir tahun 2019. Tetapi karena kondisi pandemi yang menyelimuti dunia, barulah sekarang bisa dilaksanakan,” kata Arham.

Kehadiran Dewan Da’wah College ini mendapat sambutan dari Universitas Mohammad Natsir. Rencananya ada beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu dari YARSI Sumbar. Dewan Da’wah Kota Bukittinggi diminta untuk menyeleksi calon penerima beasiswa tersebut untuk kemudian ditempa menjadi kader dewan Da’wah. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Yarsi Sumatera Barat Drs. Anisral dalam acara yang dihadiri oleh santri, utusan Aqabah Bukittinggi, KB PII Bukittinggi, serta pengurus Dewan Da’wah Sumbar dan Bukittinggi.

Rep: Akmal

Red: Dudy S.Takdir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *