Dewan Da’wah Gelar Diklat Keislaman dan Keindonesiaan di Kampus ADI Al-Bukhari Sukabumi

dewandakwah.com – Sebagai salah satu upaya menanggulangi sekularisme dan wacana yang berupaya membenturkan Keislaman dengan Keindonesiaan, Bidang Bina Pesantren Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia pusat pada Sabtu, (11/9/2021) mengadakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Keislaman dan Keindonesiaan di Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Al-Bukhari Sukabumi. 

Dalam Diklat ini, ada lima materi yang disampaikan tentang Keislaman dengan Keindonesiaan. Materi Keislaman secara ringkas menjadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup. Materi ini memuat konsep binaan (pemahaman yang benar dan utuh) terhadap Al-Qur’an yakni baik dari segi histori, makna dan kemukjizatannya yang teruji keotentikannya berasal dari wahyu Allah yang senantiasa terjaga hingga akhir zaman.

Materi Keindonesiaan perjuangan menjelaskan segi sejarah terbentuknya maupun dari konstitusi yang dimiliki bukanlah merupakan negara sekular, sumbangsih penuh ummat Islam dalam memerdekakannya, termasuk dalam falsafah dan konstitusinya (Pancasila, UUD45, Dekrit 5 Juli 1959, Bhineka Tunggal Ika, NKRI) adalah sejalan dan senafas dengan perjuangan dakwah ummat Islam.

Pelatihan ini diikuti sekitar 25 Mahasantri ADI Al-Bukhari Sukabumi dan diisi oleh lima asatidz Bidang Bina Pesantren yakni Ustadz Dwi Sulistio, Ustadz Nurulloh Amin, Ustadz Yoga Pratama, Ustadz Adli Nur Annashiri dan Maulana Yusuf.

Diklat dimulai pada pukul 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB. Dalam Diklat ini peserta sangat antusias mendiskusikan berbagai problematika yang terjadi seputar keislaman dan keindonesiaan terkini, seperti wacana Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme. 

Acara Diklat ini mendapat sambutan yang luar biasa baik dari pengurus ADI Al-Bukhari maupun para Mahasantri. Para peserta berharap kegiatan Diklat ini dilaksanakan kembali di lain waktu dengan materi yang lebih mendalam lagi. 

Editor: JS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *