Akademi Dakwah Indonesia NTB Wisuda 10 Orang Mahasiswa

dewandakwah.com- Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan wisuda angkatan pertama bagi 10 orang mahasiswa yang berhasil meraih gelar Diploma Satu (D-1) pada Minggu (5/9/2021) kemarin.

Wisuda yang dihadiri jajaran Pengurus Dewan Da’wah NTB, Pengurus LAZNAS Dewan Da’wah, dan Wali Mahasiswa Akademi Dakwah Indonesia ini berlangsung di Gedung DPR Kota Mataram, Jl. Lingkar Selatan, Jempong Baru, Sekarbela, Kota Mataram.

Mudir ADI Nusa Tenggara Barat, Ustaz Muhammad Mukhlis, M.Pd.I. mengatakan, para lulusan ADI Nusa Tenggara Barat memang disiapkan dan diproyeksinan untuk berdakwah di tengah-tengah masyarakat.

“Setelah selesai dari ADI, mereka diharapkan melanjutkan sampai jenjang S1 ke STID Muhammad Natsir di Jakarta, mereka mendapatkan full beasiswa,” katannya dalam keterangan pers yang diterima Media Dakwah, Selasa (7/9/2021).

Sementara Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Nusa Tenggara Barat, TGH. Muharrar Mahfudz dalam orasi ilmiahnya menyampaikan pesan kepada para wisudawan agar terus meningkatkan keilmuannya. Beliau berharap alumni ADI tidak hanya mampu dakwah bil lisan, tapi juga dakwah bil haal.

“Seiring perkembangan teknologi dan informasi yang kian marak, maka dakwah bil Lisan (dengan lisan) harus ditingkatkan dengan dakwah bil haal (dengan aksi nyata),” katanya.

Sekretaris Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ustaz Husni Thamrin M.Pd.I. menyatakan, para lulusan ADI hendaknya berpegangan pada Al-Qur’an Surah Al-Muzammil ayat 1-7 dan Al-Muddatsir ayat 1-6 sebagai bekal mereka saat berdakwah kepada masyarakat.

“Kualitas ruhiyah harus ditingkatkan melalui 6 amalan di dalam surah Al Muzaammil yaitu shalat malam, meresapi Al-Qur’an, zikir, sabar, tawakkal, dan hijrah untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.

Ustaz Husni melanjutkan, jika kualitas akidah, akhlak, dan ruhiyah sudah baik maka otomatis seorang dai akan memiliki rasa tanggung jawab dan keterpanggilan untuk menyebarkan risalah Islam sebagaimana spirit dalam Surah Al-Muddatsir ayat 1-7.

“Para dai harus membersihkan pakaiannya secara lahir dan batin, pikiran juga harus disucikan. Sucikan diri, pakaian, dan lingkungan karena kesucian bagian dari keimanan. Sebagai pembawa risalah, dia harus meningalkan dosa. Dai adalah panutan dan pemimpin umat,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *