Ponpes eLKISI IIBS Mojokerto Terima Puluhan Mahasantri Akademi Da’wah Indonesia 2021

dewandakwa.com – Pondok Pesantren (Ponpes) eLKISI International Islamic Boarding School (IIBS), Mojokerto, Jawa Timur, menyambut puluhan mahasantri baru Akademi Da’wah Indonesia (ADI) 2021.

Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia sekaligus Direktur Ponpes eLKISI IIBS Mojokerto, Kiai Haji Fathur Rohman mengatakan, para mahasantri harus betul-betul memanfaatkan kesempatan belajar selama menimba ilmu di ADI sebaik mungkin.

“Lulusannya nanti harus benar-benar bagus, tidak sekadar kelihatan bagus, mesti ditempa. Sebagai calon dai dan murabbi haruslah alim, mualim, dan amil,” kata Kiai Haji Fathur dalam siaran persnya, Sabtu (7/8/2021).

Kiai Haji Fathur melanjutkan, para mahasantri ADI 2021 harus menjadikan ponpes sebagai laboratorium untuk belajar tentang manajemen masjid dan kepesantrenan.

“Gunakan waktu seefektif mungkin. Tidak ada waktu menganggur. Manfaatkan untuk belajar, membaca, menelaah literatur yang ada di perpustakaan,” ujarnya.

Selain itu mahasantri ADI 2021 yang menimba ilmu di Ponpes eLKISI IIBS Mojokerto juga diimbau untuk produktif dalam menulis, sehingga di akhir kelulusan nanti masing-masing bisa menghasilkan sebuah karya buku.

“Jika belum berhasil, tidak akan diluluskan dan harus mengulang,” kata Kiai Haji Fathur.

Kiai Haji Fathur juga menjelaskan manajamen Ponpes eLKISI IIBS Mojokerto akan terus meningkatkan mutu kependidikan dengan menyediakan para pengajar yang berkualitas.

“Ini sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah yang diberikan Dewan Da’wah,” katanya.

Adapun para dosen atau pengajar yang akan turut andil yaitu mereka yang mumpuni dan berkelas di bidangnya, bagus pemikirannya, dan tidak berpaham ‘sepilis’ alias sekularisme, pluralisme, dan liberalisme.

Mereka di antaranya yaitu Dr. Slamet Muliono dari UIN Surabaya, para pakar pemikiran Islam termasuk Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Dr. Adian Husaini, dan Syaikh Abu Bakar Aly dari Sudan.

“Dan insya Allah jika pandemi sudah berakhir akan kita datangkan dua atau tiga Syaikh dan Syaikhah dari Mesir serta Yaman”, pungkas Kiai Haji Fathur.

Sementara Wakil Sekretaris Bidang Pendidikan Dewan Da’wah Jatim, Ustaz Hairul Warizin mengatakan, ada 37 mahasantri baik laki-laki ataupun perempuan yang menimba ilmu di ADI Angkatan ke-4 ini.

Seluruh santri itu tidak hanya datang dari wilayah Jawa Timur tetapi juga dari daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Maluku.

“Mahasantri adalah calon-calon dai fillah yang nantinya akan diterjunkan ke masyarakat,” kata Ustaz Hairul.

Sumber: mediadakwah.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *